Tanpa terasa air mataku pun mengalir membaca sebuah cerpen yang ada di dalam sebuah majalah di kotaku. Yah, majalah dinamika, majalah yang tiap bulan diterbitkan oleh pemko magelang.
Liontin untuk Rosiana judul cerpen itu, dan penulisnya adalah Rusfita Inayati. Yah, Rusfita Inayati….gadis yang kukenal sejak 19 tahun yang lalu. Gadis yang cantik, ,cerdas, lucu, imut2 dengan gigi gingsulnya, dan tentu saja dengan badan bongsornya yang melebihi ukuranku. Dengan badan bongsornya itu dia tidak pernah kehilangan ke-PDan-nya, dan itulah yang membuatnya punya banyak teman.Oh satu lagi, dia tak pernah patah arang, semangatnya selalu membara. Begitulah kukenal gadis itu. Yap, dialah adekku yang paling kecil.
Cerpen yang tidak hanya sekedar cerpen, tapi adalah kisah nyata. Kisah hidup yang dialami adekku. Bagaimana seorang gadis kecil melawan penyakit yang menggerogoti badannya, kesabaran dan semangatnya menghadapi cobaan dariNya. Dan Liontin itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa hilang dari tubuh adekku, sebuah bekas tusukan untuk mengambil sumsum tulang belakang adekku.
Dari cerpen itu bisa terbayang betapa sabarnya adekku dalam menghadapi semuanya itu dan juga kepasrahannya atas semua yang telah menjadi jalannya.
Yah, tetapi Alloh hanya mengijinkanku untuk mengenalnya 19 tahun, melewati masa2 indah dan juga pahit bersamanya, tertawa dan menangis bersama…
Terima kasih yaa Rabb, atas nikmat ini, nikmat untuk mengenalnya, menyayanginya, dan juga atas pelajaran yang Kau ajarkan kepada keluarga kami melaluinya…Makasih yaa Rabb..
Buat de fita, makasih atas semua pelajaran yang telah de fita ajarkan, atas semangat hidup, atas rasa syukur dan juga kesabaran. Maaf kalo belum bisa menjadi mbak yang baik…dan maaf tulisannya ga bisa mbak lanjutkan…
miss u so de…