Wah, ternyata dari awal aku bekerja hingga saat ini, sering juga aku mengalami yang namanya lembur.
Yah, lembur nyelesein kerjaan. Bukannya di kantor ga aku kerjain tuh kerjaan, tapi gimana lagi ya??
Ada bermacam2 kerjaan yang semuanya minta diselesaikan dalam waktu yang mungkin hampir bersamaan. Siang di kantor ngerjain A, malam pas dirumah giliran B. Terkadang malahan jadi berantakan semua hihihi…(stop mengeluh peh..:P)
Tapi aku berusaha untuk memberikan yang terbaik kok ..cie..cie…
Yah, terbaik yang aku bisa, seoptimal yang aku mampu…
Hehe, yup2…tapi itulah arifah. Terkadang sudah dari siang merencanakan apa aja yang mau dikerjakan dirumah..eh, sampai pada waktunya ternyata lari dari apa yang sudah direncanakan. Yang harusnya ngerjain publikasi malah senam, nonton, telpon atau sering kali terkapar karena capeknya..he..he.
Beruntung punya temen2 yang sangat baik. Ada de Ruli yang selalu mengingatkan ” Mbak ga jadi Lembur??”, kalo aku sudah kelihatan membelot dari apa yang kurencanakan. Ada Heva yang membangunkan diriku dan de ruli ketika kami berdua kemalaman tidurnya. Yah,Aku kemalaman tidur karena lembur (lembur plus nonton maksudnya…hihi) dan de ruli yang kemalaman tidur karena nonton dan menemaniku lembur. Makasih untk kalian berdua…
Jadi inget Adek, yang dulu selalu menemaniku lembur juga…makasih ya de…
makasih untuk temen2 yang selalu memberikan semangat, bantuan dan semua2nya..semoga kita menjadi orang yang lebih baik lagi.
Tapi sejujurkan aku sendiri takut dengan kebiasaanku itu…kebiasaan lembur. Gimana nanti kalo udah punya suami plus anak??semoga waktuku tidak hanya habis untuk lembur, tapi sepenuhnya bisa kuhabiskan untuk keluaragaku tercinta…aamiin…