Wah…udah lamaaaa banget ga ngeblog.
Jadi kangen ngeblog nih he..he..
Banyak hal yang pengen diceritakan, tapi belum sempat aja.
Pertama…”Selamat Datang Di Tapanuli Selatan”
Yah, mungkin itulah yang pertama pengen kutulis.
Pengalaman yang bener2 tak terlupakan adalah perjalanan yang kutempuh Medan-Tapsel. Bisa dibayangin ga, pergi sendiri ke negeri antah berantah sendiri, tanpa teman..(tanpa muhrim J, itulah yang dipertanyakan banyak temen). Yah, inilah resiko anak kedinasan yang akan ditempatkan. Pergi ke tempat yang ga ngerti bentuknya seperti apa, bahkan arah pun tak tahu.
Tidak ada kebijakan dari kepala kantor propinsi bahwa kami akan diantar sampai tempat tujuan ataupun dijemput. Jadi ya otomatis harus berangkat sendiri L. Berbeda dengan temen2 yang berada di propinsi lain, mereka dijemput oleh orang kabupaten, jadi otomatis ada petunjuk jalan. Hal inilah yang membuat orang rumah bingung, temen yang penempatan dekat dengan propinsi juga bingung. Mereka mengkhawatirkanku yang harus menempuh perjalanan sekitar 12jam, SENDIRI, SENDIRI. Yah, perjalanan yang normal Medan-Tapsel adalah 12 jam, tapi berbeda dengan perjalananku ini, kutempuh Medan-Tapsel selama 17 jam. Parah kan??
Satu2nya angkutan ke Tapsel adalah taxi (baca:travel). Taxi yang akan membawaku menjemput pukul 18.50 WIB, yap, setelah sholat magrib (maklum ya..maghrib disini lebih malam dibanding daerah yang lain he..he..). Aku diantar sampai jalan ma temenku dan 2 orang adeknya (makasih Mid…thanks a lot ).
Pukul 20.00 WIB, taxi yang sudah penuh dengan penumpang melaju ke Tapsel. Seorang bapak yang duduk di sebelahku bertanya” ###$?????#@$@@@”. Karena aku ga ngerti apa yang dikatakan Bapak itu, akhirnya kujawab aja dengan senyuman he..he..
Eh, akhirnya bapak itu nyadar juga kalo aku ga ngerti apa yang dikatakan bapak itu. Lalu Bapak itu bertanya dengan bahasa Indonesia, intinya nanyain aku mo kemana, darimana, dan mo ngapain. Gitu lah pokoknya…
Bapak, Ibu, Adek, Mbak2ku, Mas2ku berpesan agar aku banyak dzikir dan juga berdoa, moga ga terjadi apa2 di jalan. Iya sih, hati kebat kebit, bingung ga tahu jalan dan arah, trus ntar turun dimana. Tapi untungnya temenku tadi punya kakak yang akan menjemputku di kota Sidempuan….(makasih ya KaK..). Pesan temen2, gpp, hati2 aja di jalan…yang penting ingat Allohu ma’ana..
Tahu ga sih..ga ada sopir taxi yang ga ngebut…smuanya serba pengen nyampe dengan cepat.
Ketika jam di HPku menunjukkan pukul 00.02 WIB aku terbangun, lalu kulihat ke arah jendela, wuihhhhh Subhanalllah…Danau Toba di terangi dengan cahaya rembulan. Beneran, bagus banget…, tapi sayangnya kamera kesayanganku batereinya low. Bahkan untuk sekedar menyala saja sudah tidak sanggup lagi. Ternyata jalan ke Tapsel harus mengelilingi pinggir Danau Toba. Wah suatu saat pengen mampir ke Danau Toba he..he…(kapan ya??)
Pukul 05.00 WIB dini hari, kami nyampe di daerah pegunungan. “Tapi kenapa mobilnya ga jalan2 ya??”, Pertanyaanku saat itu. Sampai pukul 07.00, mobil belum bergerak sama sekali, bahkan bergeser pun tidak. Selidik punya selidik ternyata kami nyampe daerah yang namanya latong. Karena semalam hujan, jalan itu sulit bahkan sangat syulid untuk dilewati (jalannnya rusak parah). Ketika kulihat di jendelam taxi, tahu ga sih apa yang kulihat???,aku melihat awan dari atas pegunungan. Bisa dibayangin berapa ketinggian pegunungan itu???dan yang parahnya lagi, semua mobil macet ga bisa jalan. Trus yang lebih parah lagi, sinyal telkomsel dan XL ga ada. Untung aku masih bawa M3, dan hilanglah kekhawatiran ibuku karena anaknya yang lagi merantau ini masih bisa dihubungi he..he..
Tahu ga sih, taxi baru bisa sedikit2 jalan ketika pukul 10.30 WIB. Alhamdulillah akhirnya bisa jalan juga. Tahu ga sih daerah Latong tu kayak apa??? Lereng Gunung yang sangat terjal. Awalnya heran juga kenapa daerah seperti itu masih jadi jalur lintas Sumatra…Oh ternyata kalo lewat daerah itu, lama perjalanan bisa dikurangi.
Setelah lewat daerah Latong, taxi berjalan sangat lancar. Sekitar pukul 11.30 WIB, nyampelah aku di kota padangsidempuan.
Hmm..syulidnya menjadi abdi negara di daerah terpencil…
Transportasinya juga syulid ya?
Yang sabar mbak arifah ya?
What a wonderful life You have, Sis?
Semoga Alloh selalu menjagamu…Semangat yach!
arifah……………begitu jauh dirimu….
aku juga terasing disini walaupun tempat ini bukanlah asing bagiku……..
rip, aku kangen banget ma kamu…hiks-hiks….
kapan ketemu….
sabar ya rip, setiap sedihmu adalah sedihku dan senangmu adalah senangku…
aku percaya kamu bisa………….
ternyata…kerja tuh melelahkan ya
yah…namanya juga kacung aka babu [baca: abdi] negara…
penempatan pertama selalu berkesan…hihihi…seperti saya sekitar 10 bulan yang lalu. masih mending dalam satu propinsi, nah saya entah dimana-mana kota tempat saya berada sekarang ini ketika pertama kali dengar namanya…wuiiiihhhh
oh iya, jangan lupa vote untuk seven wonder ya, ada danau tobanya…
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
Ass.wr.wb.
Slamat berjuang de, saya sebagai putra daerah malu karena tidak mengabdi untuk kemajuan tapsel. Mudah-mudahan pengabdiannya diridhoi oleh Alloh SWT. Amin